Saturday, April 4, 2015

Kenapa Memutuskan untuk Berhenti Bekerja?

Hellow dear...

Senangnya bisa memulai menulis lagi. Karena sudah 4 tahun saya tinggal di Maluku untuk ikut suami dan disini susah sekali jaringan internet untuk meng-upload tulisan saya di blog ini.

Ingin rasanya berbagi cerita tentang pengalaman saya setelah resign dari pekerjaan saya.

Awalnya tahun 2012 beraaat sekali rasanya meninggalkan pekerjaan yang sudah 4 tahun saya geluti, apalagi salary saya yang bisa dibilang lumayan.

Tapi, banyak sekali dorongan dari mana saja untuk berhenti kerja, terutama karena saya belum memiliki keturunan setelah hampir 2 tahun menikah, dan alasan lainnya.

"Hari" itu pun tiba. Berkemas untuk hijrah ke tempat yang baru.
Satu hal yang membuat saya yakin dan merasa tenang karena disana saya akan bersama suami.
Mamah pernah bilang " Seenak-enaknya ikut orang tua, akan lebih enak ikut suami" :)

Setibanya di sana, rasanya puas karena memiliki rumah sendiri dan merasa bebas.
Bayangkan saja, saya bisa tidur lagi setelah Sholat Subuh, saya bisa tidur lagi setelah suami berangkat kerja, menata perabotan rumah sesuai hati saya. hehehe... 

Hari Pertama. Unpack semua barang bawaan yang beratnya mencapai 30kg (overload bagasi, LOL).
Walaupun ternyata banyak pakaian ataupun jilbab yang ternyata gk perlu dibawa (karena bosan atau sudah usang). Maklumlah... waktu packing saya ngga membaca Tips cermat packing untuk berhijrah, hehe

Hari Kedua, saya membersihkan rumah dan seisinya, termasuk Kamar mandi dan dapur kotor. Supaya lebih nyaman aja dan yakin kalo sudah benar-benar bersih.

Hari Ketiga, bangun siang dan leyeh-leyeh (hari Minggu). Ini diaaaa yang dirindukan hehehe

Hari-hari selanjutnya mulai dipadati dengan kegiatan persit. Dari kegiatan olahraga (seminggu 2x), kegiatan Dakwah (bagi yang muslim), sampai menghadiri undangan sertijab, karena saat itu musim sertijab dan Ibu Ketua ku belum datang.

Bangun pagi, beres-beres rumah, pergi ke pasar, memasak untuk makan siang :).
Selesai jam 10, sholat dhuha, mengaji sampai jam 11 siang dan menunggu suami. Kadang nonton televisi, baca majah, nonton dvd, atau "berusaha" online (walaupun seringnya ya gk connect-connect).

Makan siang bersama suami, kadang tidur siang sama-sama juga :D Nikmat kaaaan

Ternyata gk ada yang salah dengan kita (wanita) berhenti bekerja. Asalkan kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Semua akan terasa cukup..

Dan akhirnya tidak alasan bagi saya untuk tetap bekerja.




No comments:

Post a Comment